beritaGo.com
 
 
   
 
 
Tutup Iklan
ads
 

Melestarikan Tradisi dan Budaya Syawalan Tayu

Melestarikan Tradisi dan Budaya Syawalan Tayu

 
azzam
2016-06-26 10:25:16
azzam Wisata Budaya 0 489
 
 
Melestarikan Tradisi dan Budaya Syawalan Tayu

Melestarikan Tradisi dan Budaya Syawalan Tayu

Tradisi Lebaran dalam masyarakat Jawa ada tradisi yang dikenal dengan Hari Raya Ketupat. Yaitu Hari Raya dimana masyarakat Jawa membuat ketupat  pada sepekan setelah Hari Raya Idul Fitri.  Di masyarakat Jawa di Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah,  Hari Raya Ketupat disebut dengan tradisi Syawalan. Selain itu  pada tradisi Syawalan ini juga dilangsungkan Tradisi Sedekah Laut.

 

Masyarakat di Kecamatan Tayu, Tradisi Syawalan sepekan setelah hari Raya Idul Fitri sudah berlangsung bertahun-tahun dan sudah menjadi agenda wisata di Kabupaten Pati.  Tradisi ini juga dilangsungkan dengan Tradisi Sedekah Laut yang dilarung di sungai Tayu.  Tradisi Syawalan bahkan sudah semarak satu minggu sebelum Hari Raya Idul Fitri.

 

 

Tradisi Syawalan  selalu menyedot perhatian masyarakat Tayu dan Kabupaten Pati setiap tahunnya. Acara ini dimulai dengan arak-arakan atau karnaval yang membawa gunungan ketupat dan sesaji yang berupa kepala kerbau yang nantinya akan dilarung di sungai Tayu.

 

Masyarakat Tayu dan sekitarnya berjajar di pinggir jalan yang dilalui guna menyaksikan karnaval tersebut.  Tradisi Syawalan dan Sedekah Laut  merupakan tradisi turun temurun yang dilakukan oleh masyarakat Tayu yang sebagian besar adalah Nelayan.

 

Dengan tradisi ini  diharapkan datang barokah dan diberikan kelancaran rizki dari Tuhan Yang Maha Kuasa. Tradisi Syawalan di Tayu ini  juga dihadiri oleh pejabat pemerintahan di Kabupaten Pati  seperti Wakil Bupati Pati  yang sangat mengapresiasi tradisi Syawalan di Tayu ini.

 

“Kami sangat mengapresiasi Syawalan dan sedekah laut di Tayu ini.  Kalau bisa acara tradisi seperti ini bisa menjadi agenda wisata yang menarik di Kabupaten Pati.  Dengan begitu, maka akan mendatangkan wisatawan domestic ke Pati,” kata Budiyono. 

 

Wakil Bupati Pati mengharapkan tradisi Syawalan yang selalu dijaga oleh masyarakat Tayu ini  tetap bisa dipertahankan. Dan selanjutnya Budiyono juga berharap tradisi Syawalan bisa menjadi agenda wisata tahunan di Kabupaten Pati. Oleh karena itu / pengemasan yang  sedemikian rupa menjadi lebih menarik tentu akan mendatangkan wisatawan domestik dari luar Kabupaten Pati.

 
 
 

Promoted Stories

Lainnya

 
 

Komentar Sedulur

   Belum ada komentar dari sedulur beritaGo.

  Tulis Komentar

   Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
 

Komentar Facebook

   
image

beritago.com merupakan portal berita dan informasi yang mengusung konsep "social media journalism", yakni dimana masyarakat dapat ikut menjadi kontributor informasi serta menggunakan portal beritaGo.com dengan bertanggungjawab dan sesuai dengan ketentuan penggunaan yang telah ditetapkan,

Informasi dan Kerjasama

  •   contact@beritaGo.com
  •  08123456789 / 024-123456
  •  indiego inti corpora ltd
   
 
 
Copyright 2016 beritaGo by indiego inti corpora. Social Media Journalism and Social Broadcasting System. All Rights Reserved.

Local Straight News , Aggreggate Content dan Social Media Journalism oleh beritaGo.com
Copyright 2014-2016 All Rights Reserved. beritaGo.com is a registered trademark of indiego inti corpora
Jawa Tengah, Indonesia.

Tutup Iklan